id Indonesian en English de German

PRESS RELEASE Peringatan Hari Pahlawan 2017 PEMUDA: Pahlawan Masa Kini Penggerak Inovasi

Euro Management Indonesia mengeluarkan Press Release dalam rangka memperingati hari pahlawan 10 November 2017.

Peringatan Hari Pahlawan 2017 bertema Perkokoh Persatuan Membangun Negeri. Pertempuran besar di Surabaya pada 10 November 1945 antara rakyat Indonesia dengan pasukan sekutu Britania Raya merupakan revolusi kemerdekaan yang digerakkan oleh para pemuda dan pelajar. Pertempuran Surabaya sangat dahsyat sepanjang sejarah dunia,menyebabkan sekitar 16 ribu pejuang gugur di medan perang sebagai kusuma bangsa. Perang yang dahsyat itu berlangsung selama 20 hari. Sebagian besar yang gugur adalah para pemuda dan pelajar. Semangat juang yang oleh Bung Tomo digambarkan bagaikan banteng-banteng ketaton dalam medan laga yang tidak takut mati karena disemangati oleh pekik takbir dan seruan merdeka.Kehebatan Revolusi Surabaya 1945 yang digerakkan oleh pemuda dan pelajar diabadikan di Imperial War Museum di London, Inggris. Ada sebuah foto yang menarik, seorang anak muda sekitar 12 tahun digiring oleh serdadu Gurkha dengan bayonet terhunus. Penjelasan foto itu adalah: “Anak ini tertangkap setelah terkena tembakan pada kakinya dan pincang. Sebelumnya anak ini menembaki pasukan Sekutu dan melemparkan granat”. Inilah bukti sejarah betapa hebatnya daya juang, militansi dan semangat totalitas yang dipersembahkan untuk bangsanya.

Ribuan pejuang yang meninggal dalam pertempuran dimakamkan di Taman Kusuma Bangsa, Ngagel dan pemakaman umum Tembok, Pegirian, Tembaan, serta makam umum di kampung-kampung Surabaya. Banyak di antara mereka adalah pahlawan tidak dikenal dan masih berusia belia. Pertempuran Surabaya 10 November 1945 benar-benar melibatkan arek-arek yang tiada lain adalah pemuda dan pelajar. Para pejuang itu sangat belia, usianya antara 12 hingga 25 tahun. Mereka ini masih pelajar SMP hingga SMA. Yang sebagian bergabung dalam TRIP (Tentara Republik Indonesia Pelajar). Di antaranya ada yang sudah kuliah di perguruan tinggi, serta ada pula yang sudah dilatih sebagai tentara Heiho dan Peta.

Hari Pahlawan menjadi spirit bagi pemuda pelajar zaman sekarang untuk terus berjuang untuk kejaaan bangsanya. Bentuk pertempuran pemuda pelajar jaman sekarang tersebar di berbagai bidang dan medan di seluruh dunia. Pemuda zaman sekarang berpotensi menjadi pahlawan masa kini yang warisi semangat Hari Pahlawan. Perlu keberlanjutan daya juang dan menyambung cita-cita para pahlawan muda yang gugur dalam pertempuran Surabaya yang tergabung dalam TRIP. Hal diatas dari masa ke masa telah berlangsung. Setelah revolusi kemerdekaan para pejuang muda yang masih berstatus pelajar sekolah menangah itu beberapa diantaranya melanjutkan kuliah di dalam dan luar negeri.

Beberapa anggota TRIP telah dikirim ke Eropa untuk melakukan “pertempuran” yang lain di berbagai perguruan tinggi terkemuka di Jerman, Prancis, Swedia, Rusia dan lain-lain. Mereka semua menyiapkan dirinya untuk melakukan revolusi pembangunan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi. Setelah perang kemerdekaan para petinggi TNI banyak merekomendasikan pengiriman  anggota TRIP untuk kuliah di luar negeri. Setelah berhasil kuliah mereka kembali keTanah Aie dan berperan penting untuk membenahi perguruan tinggi di dalam negeri yang sebelumnya dikelola oleh ilmuwan Belanda. Seperti contohnya Profesor Suwondo B. Sutedjo, Dipl. Ing yang sebelumnya adalah anggota TRIP Divisi Ronggolawe. Yang berhasil menyelesaikan studinya pada Technische Hochshule di Hanover Jerman. Sekembali ke Indonesia Suwondo membenahi dan mengajar di Institute Teknologi Bandung (ITB).

Kini Indonesia butuh pahlawan masa kini,apalagi planet Bumi kondisinya semakin crowded sehingga perlu inisiatif yang mampu melahirkan berbagai inovasi dan karya teknologi. Melihat kondisi global seperti itu, Indonesia ini membutuhkan pahlawan masa kini, yakni tokoh-tokoh zeitgeist. Yakni tokoh yang benar-benar mampu mengendalikan semangat jaman dengan inisiatif besar lewat berbagai inovasi untuk menuju cita-cita Proklamasi Kemerdekaan RI. Istilah Zeitgeist berasal dari bahasa Jerman yang secara harfiah berarti jiwa dari suatu waktu (time spirit). Istilah tersebut juga sering kita jumpai dalam ucapan dan tulisan para pahlawan dan pejuang Republik Indonesia. Seperti dalam karya tulis Cak Ruslan Abdulgani , pejuang asal Surabaya. Dalam konteks globalisasi gelombang ketiga sekarang ini makna zeitgeist mencuat kembali. Sampai-sampai Google memberi makna tersendiri sebagai “the general intellectual, moral, and cultural climate of an era” (intelektual, moral dan kultur umum pada suatu era). Sejarah menunjukkan bahwa kaum belia lebih trengginas mengendalikan semangat jaman dan berani membuat revolusi alias perubahan mendasar.

Atas perhatian dan kerjasama antara Euro Management Indonesia dan rekan-rekan jurnalis media massa, baik media cetak maupun elektronik, kami sampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya. MERDEKA  !

 

Jakarta, 10 November  2017

 

 

Bimo Sasongko, BSAE, MSEIE, MBA

President Director & CEO

 

Euro Management Indonesia

Gedung Ir. H. M. Suseno
Jalan RP Suroso No.6
Menteng, Jakarta Pusat 10330,
Indonesia

Hubungi Kami

Phone   : (+62 21) 398 38706 / (+62 21) 314 0379
Fax        : (+62 21) 316 1701
Hotline  : 0815-1904-0071 / 0811-998-9155 / 0811-99-8167
Email     : info@euromanagement.co.id

Euro Management Indonesia

Gedung Ir. H. M. Suseno
Jalan RP Suroso No.6
Menteng, Jakarta Pusat 10330,
Indonesia
 

Hubungi Kami

Phone 
(+62 21) 398 38706
(+62 21) 314 0379

Hotline  : 
- 0815-1904-0071
- 0811-998-9155  
- 0811-99-8167

Fax  (+62 21) 316 1701

Email: info@euromanagement.co.id

Download Freewww.bigtheme.net/joomla Joomla Templates Responsive
idende